TBDC – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, meresmikan kantor baru Komunitas Rumah Pena di kawasan Pasar Minggu, Simpang Empat, Rabu (11/3/2026). Kantor ini dirancang sebagai ruang kreatif bagi masyarakat, khususnya komunitas literasi dan budaya, untuk berkumpul, berdiskusi, dan mengembangkan gagasan serta karya.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi menyampaikan apresiasi atas keberadaan Rumah Pena sebagai “rumah besar” bagi komunitas kreatif di Tanah Bumbu. Ia menekankan bahwa gerakan literasi merupakan fondasi penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. “Penguatan literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga membentuk masyarakat yang berpikir kritis, kreatif, dan berdaya saing,” ujarnya. Ia mendorong pengurus Rumah Pena menghadirkan program-program kreatif yang dapat melahirkan sumber daya manusia yang maju, makmur, dan beradab.
Peresmian kantor baru ini dirangkai dengan syukuran sederhana yang digelar secara lesehan, menghadirkan suasana hangat dan guyub. Acara semakin meriah dengan diskusi literasi bertajuk “Beraksi Menjaga Narasi”, yang dimoderatori Puja Mandela. Diskusi ini membahas strategi memperkuat literasi dan menciptakan ruang dialog kreatif di tengah masyarakat.
Ketua Rumah Pena, Andrianto Mokodompit, menyampaikan harapannya bahwa kantor baru ini akan menjadi pusat kolaborasi berbagai komunitas di Tanah Bumbu. “Rumah Pena diharapkan menjadi tempat bertemu, berdiskusi, dan melahirkan gagasan serta karya baru,” katanya. Ia menekankan bahwa fasilitas baru ini dapat meningkatkan kapasitas komunitas untuk berinovasi dan berbagi ilmu, sekaligus memperluas jangkauan program literasi di wilayah tersebut.
Acara peresmian juga diakhiri dengan kegiatan sosial dan keagamaan, berupa buka puasa bersama dan salat Magrib berjemaah. Kombinasi kegiatan edukatif, kreatif, dan keagamaan ini menegaskan misi Rumah Pena untuk menjadi pusat literasi yang inklusif dan memberdayakan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dengan hadirnya kantor baru ini, Rumah Pena diharapkan tidak hanya menjadi simbol penguatan literasi, tetapi juga menjadi wadah nyata bagi generasi muda Tanah Bumbu untuk mengembangkan kreativitas, berjejaring, dan berkontribusi bagi pembangunan budaya dan intelektual daerah.