Tenun Khas Pagatan Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Tanah Bumbu

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Suasana Gedung Rumah Oleh-oleh di Kabupaten Tanah Bumbu mendadak semarak saat menerima kunjungan artis ibu kota, Asty Ananta, Rabu (2/4/2026). Kehadiran figur publik tersebut disambut langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi UMKM lokal ke tingkat yang lebih luas.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi promosi produk unggulan daerah, khususnya kerajinan dan olahan khas Tanah Bumbu. Dalam kesempatan tersebut, Asty Ananta tampak antusias meninjau berbagai produk yang dipamerkan, mulai dari makanan olahan hingga kerajinan tangan yang menjadi identitas daerah.

Sorotan utama tertuju pada kain tenun khas Pagatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu warisan budaya bernilai tinggi. Tidak hanya melihat, Asty bahkan mencoba langsung proses menenun dengan alat tradisional, didampingi para perajin lokal dan Ketua Dekranasda.

“Luar biasa sekali melihat dedikasi para perajin di sini. Dari proses tradisional ini bisa lahir karya yang indah dan punya karakter kuat,” ujar Asty Ananta di sela kegiatan.

Ketua Dekranasda Tanah Bumbu, Andi Irmayani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran figur publik dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan daya tarik produk lokal. “Kami sangat senang dan bangga atas kunjungan ini. Meski gedung masih dalam tahap penataan, semangat untuk mengenalkan produk lokal tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Menurutnya, Rumah Oleh-oleh Tanah Bumbu diproyeksikan menjadi pusat promosi sekaligus destinasi wisata belanja dan budaya. Lokasinya yang berada di pusat kota diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi para perajin tenun dan pelaku usaha kreatif.

Kunjungan ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mempromosikan produk UMKM Tanah Bumbu ke pasar nasional. Dengan dukungan berbagai pihak, keberadaan rumah oleh-oleh tersebut diyakini dapat menjadi etalase utama potensi daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah persaingan industri kreatif.

| Berita Terbaru