TBDC – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menempatkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat masa depan anak-anak dari keluarga rentan.
Bagi Mardiasah (52), warga Pagatan, keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu kini memberikan kesempatan bagi anaknya, Aditya Rehan Al-Ghazali, untuk melanjutkan pendidikan sekaligus membantu mengurangi beban ekonomi keluarga.
Aditya kini duduk di kelas 1 SMA setelah sebelumnya bersekolah di SMPN 1 Pagatan. Ia menjadi satu dari 270 peserta didik yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu pada tahun ajaran 2026/2027.
Mardiasah memiliki lima anak, dua di antaranya masih bersekolah. Sehari-hari ia bekerja di bidang kebersihan sekolah, sedangkan suaminya masih menjalani masa pemulihan setelah mengalami stroke.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pendidikan menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan. Untuk uang jajan satu anak yang bersekolah saja, Mardiasah dapat mengeluarkan sekitar Rp30 ribu per hari, belum termasuk kebutuhan sekolah dan kebutuhan keluarga lainnya.
Karena itu, kesempatan Aditya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat disambut Mardiasah dengan penuh syukur.
“Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk sekolah di sini. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mardiasah, Sabtu (15/8/2026).
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 pemeringkatan sosial ekonomi. Para peserta didik berasal dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu dan mengikuti pendidikan dengan pola berasrama.
Pada hari pertama, para siswa mengikuti orientasi lingkungan sekolah dan menjalani screening kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sebelum memulai aktivitas pendidikan.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mengatakan kondisi keluarga peserta didik menjadi bagian penting dalam melihat manfaat program tersebut. Menurutnya, dukungan terhadap kebutuhan pendidikan dapat memberikan ruang lebih besar bagi orang tua untuk fokus pada kebutuhan serta produktivitas keluarga.
“Adanya Sekolah Rakyat, 270 keluarga tanggung jawabnya menjadi lebih ringan dan bisa memikirkan hal-hal lain,” kata Andi Rudi Latif.
Bagi Mardiasah, dukungan tersebut kini menjadi harapan agar Aditya dapat belajar sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik.