Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,87 Persen pada Triwulan I 2025: PDB Capai Rp5.665,9 Triliun

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid pada triwulan pertama tahun 2025, dengan angka pertumbuhan mencapai 4,87 persen year-on-year (YoY). Capaian ini menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia meskipun di tengah tantangan global yang mempengaruhi perekonomian dunia.

Angka Produk Domestik Bruto (PDB)
Amalia menjelaskan bahwa total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I 2025 tercatat sebesar Rp5.665,9 triliun berdasarkan Harga Berlaku (ADHB), dan Rp3.264,5 triliun berdasarkan Harga Konstan (ADHK). Angka ini mencerminkan pergerakan ekonomi yang positif, meskipun sejumlah negara mitra dagang Indonesia mengalami pelambatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh stabil meskipun ada ketidakpastian global dan tekanan yang dihadapi oleh banyak negara besar,” ungkap Amalia di Jakarta, Senin (5/5).

Katalis Pendorong Pertumbuhan
Menurut Amalia, sejumlah faktor utama telah berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu pendorong terbesar adalah kinerja konsumsi domestik yang tetap stabil. Selain itu, sektor ekspor juga mengalami pertumbuhan meskipun dalam situasi yang penuh tantangan di pasar global.

Namun, Amalia juga menyoroti bahwa sektor investasi perlu mendapatkan perhatian lebih agar dapat tumbuh secara optimal di masa depan. Ketidakpastian global menjadi tantangan utama, yang mempengaruhi aliran investasi dan perdagangan internasional.

Prediksi dan Outlook Ekonomi ke Depan
Melihat ke depan, BPS memprediksi bahwa ekonomi Indonesia berpotensi untuk terus tumbuh, meskipun akan ada faktor eksternal yang harus diwaspadai, seperti potensi pelambatan lebih lanjut dari perekonomian global, serta dinamika pasar energi dan komoditas yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi.

“Pemerintah Indonesia berupaya untuk memitigasi dampak dari ketidakpastian ekonomi global melalui kebijakan yang mendukung ketahanan ekonomi domestik, seperti penguatan sektor konsumsi dan investasi dalam pembangunan infrastruktur,” tambah Amalia.

BPS juga berharap sektor-sektor produktif lainnya, seperti industri manufaktur, digitalisasi, dan sektor-sektor berkelanjutan (green economy), dapat menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan berikutnya. Pemerintah juga berkomitmen untuk melanjutkan reformasi struktural guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, serta mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Penutupan
Secara keseluruhan, meskipun Indonesia menghadapi tantangan global yang cukup besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2025 menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia mampu bertahan dan berkembang secara stabil. Sektor-sektor penting yang menjadi pilar ekonomi, seperti konsumsi domestik, perdagangan, dan investasi, terus memberikan kontribusi signifikan. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi kelanjutan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia di masa depan.

| Berita Terbaru