Gibran Laporkan Hasil KTT G20 ke Presiden Prabowo Setibanya di RI

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka langsung melaporkan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, kepada Presiden Prabowo Subianto setibanya di Jakarta, Selasa (24/11/2025). Laporan tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi di Istana Merdeka sebagai tindak lanjut dari berbagai kesepakatan internasional yang dibahas selama pertemuan G20.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui unggahan resmi pada akun @sekretariat.kabinet menjelaskan bahwa laporan itu menjadi langkah awal Indonesia menindaklanjuti komitmen global yang dibangun dalam forum internasional tersebut. Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran Wapres Gibran dalam KTT G20 pada 22–23 November 2025 merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo, yang tidak hadir karena agenda dalam negeri. Selama pertemuan, Gibran mengikuti sesi pleno serta menghadiri sejumlah diskusi tingkat tinggi mengenai isu-isu strategis, di antaranya ketahanan pangan, ekonomi digital, dan pengembangan kecerdasan artifisial (AI).

Dalam pernyataannya, Seskab Teddy menyebut Gibran menegaskan komitmen Indonesia mendorong pemerataan akses teknologi serta kemitraan global yang berkeadilan. Selain itu, Gibran juga membawa pesan dari para pemimpin dunia yang menitipkan salam untuk Presiden Prabowo, sebagai bentuk hubungan diplomasi yang terus terjaga.

Gibran menyampaikan pidato pada tiga sesi utama KTT. Pada sesi pertama, ia menyoroti pentingnya inklusi keuangan sebagai upaya mengurangi ketimpangan, termasuk memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS sebagai inovasi nasional yang berhasil meningkatkan partisipasi ekonomi masyarakat. Ia juga menyinggung perkembangan aset digital seperti kripto, yang menurutnya menawarkan peluang sekaligus risiko sehingga perlu dibahas melalui dialog internasional tentang “ekonomi intelijen”.

Pada sesi kedua, Gibran mengangkat isu ketahanan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa dengan kondisi geografis Indonesia yang dilalui Cincin Api Pasifik, ketahanan bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata. Ia juga menekankan bahwa program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan sektor pertanian nasional.

Sementara pada sesi ketiga, Wapres menyoroti pentingnya kecerdasan buatan dan mineral kritis sebagai elemen penting menuju transisi energi dan pengembangan industri berteknologi tinggi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

| Berita Terbaru