Pemkab Tanah Bumbu Pererat Kolaborasi Hadapi Ancaman Karhutla 2026

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan pada Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Banjarbaru, Senin (6/7/2026).

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, H. Sulhadi, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Menurutnya, langkah antisipasi dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah provinsi, TNI, Polri, BPBD kabupaten dan kota, serta seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla. Selain itu, deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi titik api menjadi fokus utama untuk mencegah meluasnya kebakaran.

“Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui koordinasi yang kuat, pemantauan intensif, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi titik api. Dengan langkah tersebut, diharapkan keselamatan masyarakat tetap terjaga, lingkungan terlindungi, dan risiko karhutla dapat diminimalkan,” ujar Sulhadi.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla pada musim kemarau tahun ini. Menurutnya, apel kesiapsiagaan merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memastikan seluruh personel dan peralatan berada dalam kondisi siap operasi.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, memperkuat koordinasi di lapangan, serta melakukan penanganan sejak titik api pertama terdeteksi agar kebakaran tidak meluas. Masyarakat turut diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta berperan aktif menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga disampaikan bahwa kondisi karhutla di Kalimantan Selatan hingga saat ini masih relatif aman dan terkendali. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan titik panas (hotspot) dan kondisi lahan gambut secara berkala guna memastikan setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

| Berita Terbaru