Tanah Bumbu Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Perkuat Komitmen Wujudkan Ruang Aman bagi Anak

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memperkuat komitmen dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang digelar di SDN 2 Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, Kamis (23/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Adrianto Wicaksono, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Adrianto menyampaikan bahwa peringatan HAN menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama dalam memenuhi hak anak, mulai dari hak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, hingga mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Anak bukan sekadar objek pembangunan, tetapi merupakan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari keluarga sebagai tempat perlindungan pertama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, anak juga memiliki peran penting sebagai mitra dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui keberanian menyampaikan pendapat, saling menjaga, serta berpartisipasi sesuai kapasitasnya, anak turut menjadi bagian dari gerakan perlindungan terhadap sesama.

HAN ke-42 Tahun 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak merupakan individu yang berharga, memiliki hak untuk dihormati, didengar, dan diberikan ruang untuk berkembang.

Implementasi tema tersebut diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA), yang mendorong pencegahan kekerasan, pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, keamanan ruang digital, hingga respons cepat terhadap berbagai persoalan anak.

Semangat tersebut juga diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) sebagai gerakan kolaboratif untuk menjadikan perlindungan anak sebagai budaya bersama di tengah masyarakat.

Menurut Adrianto, investasi terbaik bangsa bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan mendapatkan kesempatan berkembang.

“Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Peringatan HAN ke-42 juga menekankan nilai dasar bagi tumbuh kembang anak, yakni berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, memiliki solidaritas, aman, serta bertanggung jawab. Nilai tersebut diharapkan menjadi karakter generasi penerus bangsa dalam menghadapi masa depan.

| Berita Terbaru