Langkah Awal Menuju Gelar Pahlawan Nasional, Tanah Bumbu Kaji Jasa Dua Tokoh Pejuang

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mulai melakukan kajian awal terhadap pengusulan dua tokoh pejuang daerah, Andi Faisal dan H.M. Badri, sebagai calon Pahlawan Nasional Tahun 2026.

Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Awal Kajian Pahlawan Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Bersujud III, Kantor Bupati Tanah Bumbu, Selasa (28/7/2026).

Seminar ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kajian akademik sebagai dasar pengajuan usulan gelar Pahlawan Nasional kepada pemerintah pusat. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur terkait untuk memberikan masukan, memperkuat data sejarah, serta memastikan kelengkapan dokumen pendukung.

Kepala Kesbangpol Tanah Bumbu, Nahrul Fajeri, mengatakan seminar tersebut bertujuan menghimpun berbagai masukan, saran, dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan guna menyempurnakan kajian akademik.

Menurutnya, penyusunan kajian membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama dalam memastikan data sejarah dan bukti perjuangan kedua tokoh dapat tersusun secara objektif serta sesuai dengan ketentuan pengusulan Pahlawan Nasional.

“Seminar ini menjadi ruang untuk memperkaya kajian, melengkapi data, dan mendapatkan berbagai perspektif terkait perjuangan para tokoh yang diusulkan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tanah Bumbu, M. Putu Wisnu Wardana, menyampaikan bahwa pengusulan tokoh daerah sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka terhadap bangsa.

Ia menegaskan, upaya tersebut tidak hanya bertujuan memberikan penghormatan kepada para pejuang, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian sejarah daerah serta penguatan nilai nasionalisme bagi generasi muda.

“Pengusulan ini tidak hanya bertujuan menghormati jasa para pahlawan, tetapi juga menjaga warisan sejarah, memperkuat nasionalisme, dan membangun karakter generasi penerus agar mencintai bangsa dan daerahnya,” katanya.

Dalam seminar tersebut, Tim Kajian dari Yayasan Pendidikan Al Fajri Husain Jeddawi yang dipimpin Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi dan Dr. Muhammad Arif memaparkan proses penyusunan naskah akademik.

Kajian dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari penelusuran arsip sejarah, pengumpulan data lapangan, wawancara dengan keluarga tokoh, hingga verifikasi langsung ke lokasi makam. Tim juga telah melakukan kunjungan ke makam Andi Faisal di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, serta makam H.M. Badri di Gresik, Jawa Timur.

Seminar ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan perangkat daerah, Legiun Veteran, Pemuda Panca Marga, pemerhati sejarah, tokoh masyarakat Kecamatan Kusan Hilir, serta keluarga dari tokoh yang diusulkan.

Melalui proses kajian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap seluruh tahapan pengusulan dapat berjalan secara sistematis, mulai dari penyempurnaan naskah akademik, validasi dokumen, hingga penyusunan rekomendasi akhir.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Tanah Bumbu dalam menjaga warisan perjuangan daerah sekaligus memperkuat kontribusi sejarah lokal sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.

| Berita Terbaru