TBDC – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfosp) terus memperkuat kesiapan menghadapi ancaman keamanan siber. Salah satunya melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Web Defacement yang digelar di Ruang Rapat Mahligai Iman, Kantor Bupati Tanah Bumbu, Batulicin, Rabu–Kamis (29–30/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi aparatur, khususnya dalam mencegah, mendeteksi, serta menangani potensi serangan terhadap sistem informasi pemerintahan.
Dalam sambutan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum, M. Yamani, disebutkan bahwa transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Website pemerintah tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga merupakan representasi pemerintah di ruang digital, media transparansi, serta bagian dari pelayanan publik kepada masyarakat.
Namun, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat juga diikuti meningkatnya risiko ancaman keamanan siber. Salah satu bentuk serangan yang perlu diwaspadai adalah web defacement, yaitu tindakan peretasan dengan mengubah tampilan halaman website tanpa izin.
Menurutnya, serangan tersebut dapat mengganggu layanan digital pemerintah, menurunkan kepercayaan masyarakat, serta berpotensi menjadi pintu masuk terhadap ancaman keamanan yang lebih besar.
“Keamanan siber harus menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah, bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola teknologi informasi, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh aparatur dalam menjaga aset informasi pemerintah dan kepercayaan masyarakat,” ujar M. Yamani.
Ia menegaskan, pengelolaan website dan sistem informasi pemerintah harus dilakukan secara profesional dengan menerapkan standar keamanan yang baik serta didukung sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi.
Sementara itu, Kepala Diskominfosp Tanah Bumbu, Al Husain Mardani, menjelaskan bahwa peningkatan ancaman dan insiden siber membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang mampu merespons gangguan digital secara cepat dan tepat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat pemahaman dan keterampilan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dalam menangani insiden keamanan siber secara profesional,” katanya.
Bimtek tersebut juga bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan pencegahan, deteksi, penanganan, hingga pemulihan insiden keamanan informasi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangun pola respons insiden yang lebih terstruktur serta memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah.
Kegiatan diikuti oleh tim Diskominfosp, pengelola teknologi informasi, operator sistem informasi, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Materi yang diberikan mencakup ancaman dan risiko keamanan siber, strategi mitigasi, penanganan insiden, hingga studi kasus.
Bimtek menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Hafizh.
Melalui penguatan kapasitas aparatur tersebut, Pemkab Tanah Bumbu berharap sistem pemerintahan berbasis digital dapat semakin aman, tangguh, dan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya visi BerAKSI Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab.