Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, membawa konsep digitalisasi dalam keikutsertaannya pada Kalsel Expo 2026 di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (12/8/2026). Inovasi tersebut tidak hanya diterapkan dalam transaksi menggunakan QRIS, tetapi juga melalui barcode yang membuka akses informasi mengenai pariwisata, UMKM hingga peluang investasi daerah.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais, hadir pada pembukaan Kalsel Expo 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Perwakilan stand Tanah Bumbu mengatakan, sistem digital yang diterapkan tahun ini merupakan pengembangan dari konsep pameran sebelumnya. Jika sebelumnya pengunjung menggunakan buku tamu, kini akses informasi diarahkan melalui pemindaian barcode.
“Di 2026 ini kita mengangkat digitalisasi terbaru. Dulu kita pakai buku tamu, tahun ini kita pakai scan QR. Nanti masyarakat juga bisa mengakses kawasan investasi, pariwisata, kemudian produk yang dijual di Kalsel Expo,” ujarnya.
Melalui satu akses digital, pengunjung dapat melihat informasi destinasi wisata Tanah Bumbu, produk UMKM serta kawasan yang memiliki peluang investasi. Informasi tersebut juga dapat kembali diakses setelah pengunjung meninggalkan lokasi expo.
Untuk sektor pariwisata, berbagai destinasi Tanah Bumbu ditampilkan melalui barcode, termasuk Pantai Angsana dan Pantai Sungai Cuka. Sementara produk UMKM dilengkapi informasi pelaku usaha dan alamat, bahkan sejumlah produk telah terhubung dengan platform e-commerce.
“Kalau masuk ke aplikasi tersebut tinggal mengklik mau pilihan yang mana. Kemudian muncul alamat dan ada beberapa UMKM kita juga yang terafiliasi dengan e-commerce. Jadi one way, one gate system,” katanya.
Konsep digitalisasi juga diterapkan pada transaksi melalui QRIS. Produk yang dijual di stand Tanah Bumbu dapat dibayar secara non tunai sehingga transaksi lebih praktis dan tercatat secara real time.
Selain promosi UMKM, Pemkab Tanah Bumbu membawa sekitar 100 kilogram pentol melalui Dinas Perikanan untuk dibagikan gratis kepada pengunjung. Produk tersebut kemudian tetap tersedia untuk dibawa pulang dengan pembayaran menggunakan QRIS.
“Manfaat QRIS banyak sekali. Tanah Bumbu tahun ini juga membagikan pentol gratis 100 kilo. Ketika masyarakat mau bawa pulang ke rumah, kita menjual produk-produk pentol tersebut. Jadi pembayaran tinggal QRIS, mempermudah proses dan semua tercatat secara real time,” jelasnya.
Keikutsertaan Tanah Bumbu diperkuat dengan delapan stan yang melibatkan Diskumdagri, Dekranasda, DPMPTSP, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan dan Diskominfosp. Pemkab Tanah Bumbu juga menggandeng PT Jhonlin Agro Raya untuk memperkenalkan potensi industri serta produk turunan kelapa sawit.
Branding digital diperkuat melalui videotron yang menampilkan informasi dan visual perkembangan daerah. Sementara DPMPTSP menyajikan kawasan investasi dan Dinas Pariwisata menampilkan informasi destinasi wisata.
“Supaya kita menggambarkan bahwa wilayah Tanah Bumbu merupakan wilayah yang serba maju. Diharapkan dengan branding Tanah Bumbu ini masyarakat lebih mudah mengakses kawasan dan investasi di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujarnya.
Kalsel Expo 2026 menghadirkan 325 stan, termasuk 100 stan UMKM, dan berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Bagi Tanah Bumbu, ajang tersebut menjadi momentum memperluas promosi potensi daerah sekaligus memperkuat citra sebagai wilayah yang mengembangkan ekosistem informasi dan promosi berbasis digital.