Pemkab Tanah Bumbu Evaluasi Program Stunting di 12 Kecamatan

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus memperkuat upaya pencegahan dan penurunan stunting melalui evaluasi capaian program di tingkat kecamatan. Tim Aksi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) konvergensi stunting semester I tahun 2026 di 12 kecamatan.

Monev yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 tersebut melibatkan sejumlah unsur terkait, mulai dari SKPD, Tenaga Ahli Pendamping Desa, Puskesmas, Balai Penyuluh KB hingga pemerintah kecamatan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan intervensi stunting berjalan terintegrasi sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi pada semester berikutnya.

Kegiatan diawali di Aula Kecamatan Simpang Empat, Selasa (18/8), dan dipimpin Kepala Bidang PPM Bappedalitbang Tanah Bumbu, Sri Rahayu, SE, MM.

Sri Rahayu, SE, MM, menjelaskan monev tersebut tidak hanya bertujuan membina TPPS Kecamatan Tahun 2026, tetapi juga mengevaluasi pelaporan kinerja melalui Web Aksi Konvergensi Stunting Bina Bangda serta menyusun rencana kerja organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk semester II.

Dalam evaluasi tersebut dibahas 14 indikator capaian intervensi spesifik stunting yang menyasar remaja putri, ibu hamil, dan balita. Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah wilayah masih membutuhkan intervensi tambahan, di antaranya Puskesmas Pulau Tanjung, Karang Bintang, dan Batulicin 1. Sementara itu, Puskesmas Mantewe dan Simpang Empat menunjukkan capaian positif dalam menekan prevalensi stunting.

Meski demikian, beberapa indikator masih berada di bawah target, terutama konsumsi tablet tambah darah atau MMS bagi ibu hamil serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK).

Di sisi lain, sejumlah indikator justru melampaui target. Skrining anemia remaja putri mencapai 97,81 persen dari target 19,91 persen, konsumsi tablet tambah darah remaja putri 84,78 persen dari target 77 persen, serta pemeriksaan kehamilan ANC enam kali mencapai 44,9 persen dari target 41 persen.

Capaian lainnya terlihat pada pemberian ASI eksklusif sebesar 77,52 persen dari target 76 persen dan pemberian MP-ASI bagi anak usia 6–23 bulan mencapai 92,71 persen dari target 79 persen.

Selanjutnya, pemerintah kecamatan diminta mengorkestrasi 31 indikator intervensi spesifik dan sensitif secara terintegrasi, menyinkronkan siklus aksi konvergensi, serta memastikan tata kelola input data pada Web Aksi Bina Bangda berjalan optimal.

| Berita Terbaru