TBDC – Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengapresiasi kesiapan Satgas Karhutla Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Penilaian tersebut disampaikan setelah tim melakukan monitoring kesiapan personel dan peralatan penanggulangan Karhutla di Tanah Bumbu, Rabu (2/9/2026).
Kunjungan Tim Satgas Karhutla Mabes TNI diterima Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, H Sulhadi, di Ruang Rapat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Tanah Bumbu.
Dalam monitoring tersebut, Tim Mabes TNI melihat langsung kesiapan personel dan gelar peralatan yang dimiliki Satgas Karhutla. Dari hasil pemantauan, kesiapan Satgas Karhutla Tanah Bumbu dinilai baik, terkoordinasi, serta siap menjalankan penanganan di lapangan.
H Sulhadi menjelaskan, Kabupaten Tanah Bumbu masih menetapkan status Siaga Darurat Karhutla. Meski demikian, kondisi wilayah dan penanganan titik api hingga saat ini berada dalam keadaan normal dan terkendali.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai unsur dalam penanganan Karhutla, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP dan Damkar, relawan hingga masyarakat.
Sementara itu, pimpinan Tim Satgas Karhutla Mabes TNI, DR. dr. Hisnindarsyah, mengatakan penanggulangan Karhutla, khususnya di Pulau Kalimantan, menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Untuk mempercepat penanggulangan karhutla, ribuan prajurit TNI telah dikerahkan secara langsung ke lapangan guna membantu pemadaman dan penanggulangan bencana khususnya di Pulau Kalimantan,” kata DR. dr. Hisnindarsyah.
Dalam pertemuan tersebut, unsur TNI, Polri, kejaksaan, Basarnas, Satpol PP dan Damkar turut hadir. Tim Mabes TNI berharap soliditas dan koordinasi lintas sektor terus dipertahankan agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila muncul titik api di wilayah Tanah Bumbu.