Detektor Karhutla Antar Tanah Bumbu Raih Juara II Kalsel Innovation Award 2026

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Inovasi berbasis teknologi dari Kabupaten Tanah Bumbu kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui inovasi Detektor Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Tanah Bumbu berhasil meraih Juara II Kategori Umum dalam ajang Kalsel Innovation Award (KIA) 2026. Selain itu, inovasi Sistem Integrasi Pelayanan dan Administrasi Elektronik (SIPLAYER) dari RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor berhasil masuk 10 besar kategori SKPD Kabupaten/Kota.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam penganugerahan KIA 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Selasa (20/10/2026).

Penghargaan Juara II Kategori Umum diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Rusma Khazairin, didampingi Kepala BRIDA Kalsel, H. Thaufik Hidayat. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bappedalitbang Tanah Bumbu, M. Untung RLU, hadir mewakili Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif.

Bupati Andi Rudi Latif menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dan para inovator untuk terus menghasilkan gagasan kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel.

Adapun inovasi Detektor Karhutla merupakan karya Maskur Nur Hidayat, inovator asal Desa Karang Indah, Kecamatan Angsana. Teknologi ini dirancang untuk mendukung deteksi dini kebakaran hutan dan lahan sehingga indikasi kebakaran dapat diketahui lebih cepat, memperkuat kesiapsiagaan, serta mempercepat penanganan sebelum api meluas.

Sementara itu, SIPLAYER yang dikembangkan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor berfokus pada integrasi pelayanan dan administrasi rumah sakit secara elektronik. Sistem ini menyediakan sejumlah kemudahan, mulai dari akses sistem informasi manajemen rumah sakit, pendaftaran dan antrean daring, hingga pengingat jadwal kontrol pasien.

Kepala BRIDA Kalsel H. Thaufik Hidayat menegaskan, Kalsel Innovation Award bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan keberanian menghadirkan perubahan melalui inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Pada penyelenggaraan 2026, KIA menghimpun 88 proposal inovasi dari tiga kategori, yakni 40 proposal SKPD provinsi, 26 proposal SKPD kabupaten/kota, dan 22 proposal masyarakat umum.

Prestasi Tanah Bumbu melalui inovasi lingkungan dan pelayanan kesehatan ini diharapkan menjadi dorongan untuk memperluas pengembangan teknologi tepat guna serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

| Berita Terbaru