TBDC – Arus lalu lintas di jalur alternatif Batulicin–Kandangan, Kabupaten Tanah Bumbu, kembali normal pada Ahad (29/3) setelah sempat lumpuh akibat longsor yang menutup badan jalan sehari sebelumnya. Kedua arah jalan kini bisa dilalui kendaraan tanpa hambatan.
Longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang membuat material tebing di kawasan perbukitan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, runtuh dan menutupi badan jalan di dua titik, yakni KM 64 dan 66. Insiden ini sempat mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik yang mengandalkan jalur alternatif penghubung Tanah Bumbu dengan Hulu Sungai Selatan.
Kapolsek Mantewe, Iptu Kusnin, mengatakan pembukaan jalan adalah hasil kerja cepat tim gabungan yang sejak Sabtu pagi melakukan pembersihan material longsor menggunakan alat berat. “Arus lalu lintas kembali lancar sepenuhnya pada pukul 11.40 Wita,” ujarnya. Selain pembersihan, petugas juga menata arus kendaraan untuk mengurai kepadatan yang sempat terjadi.
BMKG melalui BPBD Tanah Bumbu menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir wilayah tersebut diguyur hujan ringan hingga sedang. Prospek cuaca periode 25–31 Maret 2026 memperkirakan hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang masih berpotensi terjadi. Kondisi ini membuat kawasan perbukitan, termasuk jalur Batulicin–Kandangan, rawan longsor, terutama saat tanah jenuh air.
Meski arus lalu lintas telah pulih, Kusnin mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. “Kondisi lereng masih labil dan berpotensi longsor susulan jika hujan kembali turun deras,” katanya. Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan longsor agar risiko bagi pengguna jalan bisa diminimalkan.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan BPBD Tanah Bumbu menegaskan komitmennya menjaga keselamatan warga dengan meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat pembersihan material, dan menyiagakan peralatan berat setiap kali terjadi longsor. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan mobilitas serta menjaga kelancaran distribusi logistik di jalur penting tersebut.
Dengan normalnya arus lalu lintas, aktivitas masyarakat dan distribusi barang kembali berjalan lancar, namun kewaspadaan tetap menjadi kunci utama mengingat kondisi perbukitan yang rawan longsor masih berlangsung hingga musim hujan berakhir.