Public Communication Summit Perkuat Reputasi Tanah Bumbu di Era Digital

Facebook
Twitter
WhatsApp

TBDC – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus memperkuat strategi komunikasi publik sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas penyampaian informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Pemkab Tanah Bumbu dalam Public Communication Summit 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (3/6/2026). Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Eryanto Rais, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian, Al Husain Mardani.

Mewakili bupati, Eryanto Rais mengatakan forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi publik yang mampu membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, di era digital saat ini, pemerintah dituntut menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Public Communication Summit 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi publik dalam membangun kepercayaan masyarakat. Forum ini juga menegaskan pentingnya efektivitas penyampaian informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil, menegaskan bahwa komunikasi publik kini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam pengelolaan isu dan reputasi institusi.

Ia menilai sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi yang diwarnai disinformasi, fitnah, hingga ujaran kebencian di media digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, menjelaskan Public Communication Summit 2026 dirancang sebagai forum strategis untuk meningkatkan kapasitas komunikasi publik pemerintah sekaligus menyamakan persepsi dalam membangun narasi tunggal pemerintah.

Selain memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang komunikasi, kegiatan ini juga bertujuan membangun sinergi pengelolaan isu, memperkuat narasi positif, serta meningkatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga reputasi institusi.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membahas tantangan komunikasi di era digital. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Dudy Rudianto, menekankan pentingnya memahami persepsi, emosi, dan perilaku publik sebelum menyusun strategi komunikasi agar mampu membangun kepercayaan serta menciptakan dialog dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, mengulas perubahan pola konsumsi informasi yang dipengaruhi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan kehadiran Generasi Alpha. Sementara Kepala Subdirektorat Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, Ani Natalia Pinem, menekankan pentingnya komunikasi yang cepat, transparan, konsisten, dan berbasis fakta untuk mencegah berkembangnya isu menjadi krisis.

Adapun Konsultan Komunikasi Krisis dan Strategic Public Relations, Jojo S. Nugroho, mengingatkan bahwa komunikasi publik saat ini harus mampu menghadirkan konten yang relevan, visual, dan membangun keterlibatan masyarakat agar pesan pemerintah lebih efektif diterima publik.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama pengelolaan isu di era digital sebagai bentuk kesepahaman seluruh peserta dalam membangun komunikasi publik yang terintegrasi, kredibel, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

| Berita Terbaru