TBDC – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dari tim Honda Team Asia gagal menyelesaikan balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 di Sirkuit of the Americas, Texas, Minggu waktu setempat. Meski memulai dari posisi keempat berkat performa kompetitif di sesi kualifikasi, Veda harus mengakhiri lomba lebih cepat setelah mengalami kecelakaan highside di Lap 5.
Mengutip laman resmi MotoGP, Veda memulai balapan dengan baik dan sempat bersaing ketat dengan sesama rookie, Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) dan Joel Esteban (Level Up – MTA). Ia sempat turun ke posisi kedelapan, tetapi berhasil bangkit dan mencatatkan lap tercepat pada Lap 4. Sayangnya, kesalahan di Tikungan 11 menyebabkan highside, dan Esteban yang berada di belakangnya tidak dapat menghindar. Akibat insiden itu, Veda Ega Pratama resmi gagal menyelesaikan balapan atau DNF (Did Not Finish).
Sementara itu, podium utama Moto3 Amerika Serikat 2026 ditempati Guido Pini dari Leopard Racing, diikuti Maximo Quiles (CFMOTO Valresa Aspar Team) di posisi kedua, dan Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) di tempat ketiga. Posisi empat hingga lima masing-masing ditempati Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) dan Adrian Fernandez (Leopard Racing). Beberapa pembalap lain juga mengalami DNF, termasuk Zen Mitani (Honda Team Asia), Casey O’Gorman, Joel Esteban, dan Joel Kelso (Mlav Racing).
Dengan hasil ini, Guido Pini memperkuat posisinya di klasemen sementara Moto3 2026, sementara Veda Ega Pratama masih memiliki peluang untuk bangkit di seri berikutnya. Meski gagal finis, performa Veda sejauh ini menunjukkan potensi kompetitif sebagai pembalap rookie, terutama saat mencatatkan lap tercepat sebelum insiden.
Tim Honda Team Asia menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut untuk persiapan balapan berikutnya. Veda Ega Pratama sendiri diharapkan kembali lebih fokus dan tampil maksimal di seri Moto3 berikutnya, demi mempertahankan peluang meraih poin penting di kejuaraan musim ini.
Hasil lengkap Moto3 Amerika Serikat 2026 menunjukkan ketatnya persaingan di kelas Moto3, dengan banyak pembalap muda yang menunjukkan kemampuan menonjol, sementara risiko kecelakaan tetap menjadi faktor yang menentukan hasil akhir setiap lomba.