TBDC – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengambil langkah preventif untuk melindungi kesehatan masyarakat dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Kesehatan, pemerintah daerah membagikan masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di sejumlah titik strategis, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut menyasar kawasan dengan aktivitas lalu lintas dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, yakni Simpang Tiga Desa Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, serta Bundaran KB, Kecamatan Batulicin. Pembagian masker ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat menurunnya kualitas udara.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, H. Sulhadi, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan upaya antisipasi sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Menurutnya, paparan asap kebakaran hutan dan lahan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya meningkatkan perlindungan masyarakat melalui pembagian alat pelindung diri sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Selain membagikan masker, petugas juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, khususnya ketika kondisi kabut asap semakin pekat. Masyarakat juga diminta membiasakan penggunaan masker saat beraktivitas di ruang terbuka.
Di sisi lain, pemerintah daerah mengingatkan bahwa kondisi cuaca dan lingkungan saat ini masih berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kewaspadaan serta keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mencegah meluasnya titik kebakaran.
Melalui sinergi BPBD dan Dinas Kesehatan, Pemkab Tanah Bumbu berharap langkah perlindungan ini dapat membantu meminimalkan dampak kabut asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan di tengah ancaman karhutla.